Selasa, 15 Juli 2014

Jodohku Cerminan Diriku

"jodoh" sebuah kata yang cukup sensitif untuk dibahas dan agak bersemangat untuk dikaji. yah.. seperti itulah. setiap orangselalu menginginkan jodoh terbaik. tak jarang memasang kriteria tertentu untuk menjadikan seseorang jodoh terbaik menurut versinya. bahkan sebagian dari kita sangat bersemangat untuk mengejar jodoh. ada yang bahkan rela berganti-ganti pasangan (kekasih//pacar) untuk mendapatkan jodoh yang terbaik. Kebanyakan bagi Pria mengidam-idamkan wanita yang cantik dimata, yang lemah lembut, berpendidikan, kalau kaya Alhamdulillah. sedangkan sebagian wanita sangat tertarik pada pria yang ganteng dimata, mapan, kaya dan pastinya bergengsi untuk dibawa arisan (katanya...). tidak ada yang salah ketika kita memasang target dan kriteria untuk menentukan pasangan hidup kita. tidak salah. Tetapi yang menjadi masalah adalah ketika kita telah memasang target yang begitu spesial dan tinggi lantas Allah swt menjodohkan kita dengan pria/wanita yang biasa-biasa saja dimata kita. maka pastinya kekecewaan akan hadir dibenak kita. terkadang baik untuk kita belum tentu baik menurut Allah swt. misalnya saja, pria itu ganteng dan kaya, pastinya baik untuk kita dalam urusan dunia. kekayaan bisa saja membeli apa yang kita inginka, kegantengan/kecantikan pastinya indah dipandang mata. tapi ada hal yang lebih penting dari sebatas memandan dan kekayaan, yakni bagaimana dya bisa menjadi imam yang baik dan istri yang sholehah. Tidak banyak dari kita yang meminta sesosok pasangan yang "Baik untuk ku dan baik untuk Agamaku". tidak banyak pula dari kita meminta pasangan yang baik akhlaknya, yang pengertian dan bisa menjadi nakhoda dari kapal kehidupan yang akan kita akoni bersama. Tapi, kembali lagi.. Allah swt memberikan apa yang kita Butuhkan bukan yang kita inginkan.Sebagaimana ayat Allah swt : “..Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagi kamu. Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah:ayat 216) terkadan pula kita bertanya-tanya. Siapa Jodoh ku yah?kok sampe sekarang belum ketemu? dimana dya? Apakah sudah kenalan apa belum? yang sering kali pertanya itu hinggap difikiran kita lantaran kita merasa sepi dan sendiri. Tidak ada yang tahu Siapa Jodoh kita, dimana akan bertemu, kapan dan bagaimana proses pertemuannya. karena Hidup, Mati, Jodoh dan Rejeki semua telah ditetapkankan oelh Allah Azza Wajalla. Kita hanya bisa berikhtiar dan berdo'a sebaik mungkin terhadap jodoh kita. sayapun demikian... hehhehe pernah seorang uztad berkata "jodoh adalah cerminan diri kita". ketika kita ingin mendapatkan jodoh yang baik maka jadilah pribadi yang baik pula. sebagaimana dalam Surah An Nur Ayat 26 yang berbunyi : اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ. “ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26) sempat saya pun bertanya dalam hati, apakah tidak boleh seorang wanita yang biasa-biasa saja lantas berjodoh dengan seorang pria yang jauh lebih baik, yang lebih paham dengan Agama, yang bisa membimbing kita. Apakah Lantas? seorang teman pun menjawab. pantas tidaknya seseorang hanya Allah swt yang tahu. kita hanya bisa berdo'a dan terus menerus memantaskan diri. “Pesan Abu Hurairah r.a. kepada puterinya: Pilihlah bakal suamimu orang yang bertaqwa karena jika dia suka kepadamu, dia mendoakan kebaikan untukmu. Jika dia tidak menyenangimu, dia tidak akan berlaku zalim terhadapmu. Beberapa do'a yang Insya Allah bermanfaat untuk menyegerakan jodoh kita : اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَحَبِيْبِنَا وَرَسُولِكَ الكَرِيْمِ وَبِأَلْفِ أَلْفٍ لاَحَولَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ 3× Setiap hari kelahiran puasa, malam setelah shalat isya membaca surat alam nasrah (al-Insyirah) 152 kali kemudian membaca doa di atas. Bila kebetulan hari kelahiran jatuh pada hari Jumat, maka sambunglah dengan puasa sunnah hari Kamis. Sesungguhnya kemakruhan puasa pada hari Jumat itu otomatis hilang bila disambung dengan hari sebelumnya atau sesudahnya. Atau membaca doa yang diijazahkan al Habib Muhammad al Baqier Ibn Sholeh Mauladawilah, yaitu membaca: رَبِّ إِنِّى لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ Dibaca seratus kali setiap hari tidak boleh putus setiap malam sebelum masuk waktu subuh/setelah menjalani shalat tahajud. Doa bagi laki2 yang berharap jodoh : “ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOOHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”. “Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat”. Doa bagi wanita yang berharap jodoh : “ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”. “Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat”. Doa yang lain yang bisa diamalkan tiap shalat "ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHOZAA INI ROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN”. “Ya Allah bukakanlah bagiku hikmah-Mu dan limpahkanlah padaku keberkahan-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang”. “ROBBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHOIRIN FAQIIR”. Ya Robb, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”. (Q.S. 28 : 24) “HASBUNALLOOH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR”. “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”. (Q.S. 3 : 173 & 8 : 40). “ROBBANAA HABLANAA MIN AZWAAJINAA WADZURRIYYAATINAA QURROTA A’YUN WAJ ‘ALNAA LIL MUTTAQIINA IMAAMAA”. “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa”. (Q.S. 25 : 74) Buka Aura Ritual apapun bila tidak melakukan hal yang menyekutukan Allah, tidak masalah, tetapi dalam Islam, tidak dikenal hal semacam itu, banyak baca shalawat dan istighfar, insya Allah Allah memberi jalan segala yang sulit. Rasulullah pernah menyatakan: مَنْ أَكْثَرَ مِنَ الإِسْتِغْفَارِ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِن كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجًا وَيَرْزُقُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ Barang siapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan menjadikan baginya setiap kesedihan- kebahagiaan, setiap kesulitan- jalan keluar dan akan memberikan rizki dari sisi yang tidak diperhitungkannya. Semoga kita semua yang sampai saat ini belum bertemu dengan jodoh yang Allah swt kirimkan, disegerakan dan dimudahhkan. Dan tetap berdo'a dan berikhtiar sebaik mungkin, memantaskan diri. mari kita sama-sama berdo'a termasuk saya pribadi. hehhehe... semoga tulisan ini bermanfaat.. lebih kurangnya mohon di maafin yah... ada yang kurang.. langsung aja tanya ma ustadnya.. kalii aja jodoh ma ustadnya.. hehhehe... (bercanda) wassalamu 'alaikum wr.wb. Makassar, 15 Juli 2014 16:20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar